English–Indonesian
Language & AI Quality Specialist
Inggris–Indonesia
Spesialis Bahasa & Kualitas AI

BASED IN INDONESIA
AVAILABLE WORLDWIDE
BERBASIS DI INDONESIA
TERBUKA UNTUK PROYEK GLOBAL

Portrait of Annas Rulloh Zulficar

A human eye.
A clearer message.
Ketelitian manusia.
Pesan yang lebih jelas.

Scroll to exploreGulir untuk menjelajah↓

THE THREAD THAT CONNECTS ITBENANG MERAH PERJALANAN INI

/ ABOUT/ TENTANG

Don’t just fix it.
Understand why.
Bukan sekadar memperbaiki.
Pahami penyebabnya.

Indonesia · EN ↔ ID

01 / THE WORK01 / KARYA

HUMAN JUDGMENT.
VISIBLE RESULTS.
PENILAIAN MANUSIA.
HASIL YANG NYATA.

Three demonstration samples, written for this portfolio. None of them uses client or employer material. Tiga contoh kerja yang saya susun khusus untuk portofolio ini. Tidak satu pun memakai materi milik klien atau pemberi kerja.

01
EN → IDTRANSLATION REVIEWTINJAUAN TERJEMAHAN
Get started
MACHINEMESINDapatkan dimulai
REVISEDREVISIMulai↗

A natural verb. No literal baggage.Satu kata kerja yang wajar. Tanpa terjemahan harfiah.

Translation · EN → IDPenerjemahan · EN → ID

Reviewing machine translation for natural Indonesian Meninjau terjemahan mesin agar terdengar wajar dalam bahasa Indonesia

Problem. Machine-translated interface strings read correctly word by word but awkwardly as sentences. Masalah. Teks antarmuka hasil terjemahan mesin benar kata per kata, tetapi janggal sebagai kalimat.

What I did. Compared source and target line by line, flagged register mismatches, and proposed revisions with a short rationale for each change. Yang saya lakukan. Membandingkan teks sumber dan terjemahan baris demi baris, menandai ketidaksesuaian tingkat formalitas, dan mengusulkan revisi disertai alasan singkat untuk setiap perubahan.

Outcome. A revised string set plus a written rationale documenting why each change was made. Hasil. Kumpulan teks yang telah direvisi beserta catatan alasan perubahan.

Read the sampleLihat contoh lengkap

Seven strings from a fictional file-storage app, run through machine translation. For each one: the source, the machine output, my revision, and why. Tujuh teks dari aplikasi penyimpanan file fiktif yang diterjemahkan dengan mesin. Untuk tiap teks: sumber, hasil mesin, revisi saya, dan alasannya.

Register first. The source voice is casual, but the machine output swings between stiff formality and literal slang. I set one register for the whole set: polite but plain, dropping Anda wherever Indonesian interface convention lets the subject go unstated. Tingkat formalitas lebih dulu. Sumbernya bernada santai, tetapi hasil mesin berpindah-pindah antara bahasa yang kaku dan terjemahan harfiah. Saya menetapkan satu ragam untuk seluruh teks: sopan tetapi lugas, dan melesapkan kata Anda jika konvensi antarmuka bahasa Indonesia memungkinkan.

  1. SourceSumberGet started
    MachineMesinDapatkan dimulai
    RevisedRevisiMulai

    The phrasal verb was translated word by word. Indonesian has no equivalent “get” construction here, so the result is ungrammatical. A single verb is the standard label for this kind of button. Frasa verba diterjemahkan kata per kata. Bahasa Indonesia tidak memiliki konstruksi “get” yang setara di sini, sehingga hasilnya tidak gramatikal. Untuk tombol seperti ini, satu kata kerja sudah menjadi label yang lazim.

  2. SourceSumberAre you sure you want to delete this file?
    MachineMesinApakah Anda yakin Anda ingin menghapus file ini?
    RevisedRevisiYakin ingin menghapus file ini?

    English repeats the subject; Indonesian usually drops it after the first mention. The doubled Anda reads like a translation. In a confirmation dialog, the short form is natural and still polite. Bahasa Inggris mengulang subjek, sedangkan bahasa Indonesia biasanya melesapkannya setelah disebut sekali. Kata Anda yang muncul dua kali terasa seperti terjemahan. Dalam dialog konfirmasi, bentuk singkat ini wajar dan tetap sopan.

  3. SourceSumberSomething went wrong. Please try again.
    MachineMesinSesuatu yang salah. Silakan coba lagi.
    RevisedRevisiTerjadi kesalahan. Silakan coba lagi.

    The machine output is a noun phrase (“something that is wrong”), not a sentence. Terjadi kesalahan is the established Indonesian error message, and users recognise it at a glance. Hasil mesin berupa frasa nomina (“sesuatu yang salah”), bukan kalimat. Terjadi kesalahan adalah pesan galat yang sudah baku dalam bahasa Indonesia dan langsung dikenali pengguna.

  4. SourceSumberYour password must be at least 8 characters.
    MachineMesinKata sandi Anda harus setidaknya 8 karakter.
    RevisedRevisiKata sandi minimal 8 karakter.

    Harus setidaknya stacks two qualifiers with no verb to attach to. Minimal carries the whole meaning on its own. Whose password it is is clear from context, so Anda goes. Harus setidaknya menumpuk dua penanda tanpa kata kerja yang jelas. Kata minimal sudah mewakili seluruh maknanya. Pemilik kata sandi sudah jelas dari konteks, jadi Anda dihapus.

  5. SourceSumberUpgrade your plan to unlock more storage.
    MachineMesinTingkatkan paket Anda untuk membuka lebih banyak penyimpanan.
    RevisedRevisiTingkatkan paket untuk mendapatkan ruang penyimpanan tambahan.

    Membuka (to open) keeps the English “unlock” metaphor, which does not carry over. Penyimpanan alone can mean the act of storing; ruang penyimpanan makes it clear this is about space. Membuka mempertahankan metafora “unlock” dari bahasa Inggris, yang tidak berterima dalam bahasa Indonesia. Penyimpanan saja bisa bermakna proses menyimpan; ruang penyimpanan memperjelas bahwa yang dimaksud adalah kapasitasnya.

  6. SourceSumberHey there! Ready to dive in?
    MachineMesinHei di sana! Siap untuk menyelam?
    RevisedRevisiHalo! Siap untuk mulai?

    Both halves are literal. Di sana points at a place, and menyelam means diving into water. The revision keeps the friendly register without importing the idiom. Kedua bagian diterjemahkan secara harfiah. Di sana menunjuk tempat, dan menyelam berarti masuk ke dalam air. Revisi ini mempertahankan nada ramah tanpa membawa idiom bahasa Inggris.

  7. SourceSumberYour changes have been saved.
    MachineMesinPerubahan Anda telah disimpan.
    RevisedRevisiPerubahan Anda telah disimpan.

    Kept as is. It is accurate, natural, and already matches standard Indonesian wording. Revising a correct string only creates inconsistency for the next reviewer. Dibiarkan apa adanya. Teks ini akurat, wajar, dan sudah sesuai dengan rumusan yang lazim. Merevisi teks yang sudah benar hanya menimbulkan ketidakkonsistenan bagi peninjau berikutnya.

02
AI / QARUBRIC PREVIEWPRATINJAU RUBRIK

What makes a
good response?
Apa yang membuat
respons berkualitas?

Factual accuracyKetepatan fakta
Tone & clarityNada & kejelasan
CompletenessKelengkapan
Clear criteria. Explainable decisions.Kriteria jelas. Keputusan beralasan.✓

Evaluation · Rubric designEvaluasi · Perancangan rubrik

A grading rubric for AI-generated customer replies Rubrik penilaian untuk balasan pelanggan yang dihasilkan AI

Problem. AI-drafted replies varied in accuracy and tone, with no consistent standard for judging them. Masalah. Balasan yang disusun AI berbeda-beda dalam ketepatan dan nada, tanpa standar penilaian yang konsisten.

What I did. Wrote a compact rubric covering factual accuracy, tone, completeness, and escalation triggers, with worked examples of pass and fail. Yang saya lakukan. Menyusun rubrik ringkas yang mencakup ketepatan fakta, nada, kelengkapan, dan pemicu eskalasi, disertai contoh lulus dan tidak lulus.

Outcome. A reusable grading sheet that makes review decisions consistent and explainable. Hasil. Lembar penilaian yang dapat digunakan ulang sehingga keputusan peninjauan konsisten dan dapat dijelaskan.

Read the sampleLihat contoh lengkap

Each reply is scored on four criteria, and the overall result is the lowest of the four. A reply that reads beautifully still fails if it states something false or misses a handover. Setiap balasan dinilai berdasarkan empat kriteria, dan hasil akhirnya adalah nilai terendah dari keempatnya. Balasan yang enak dibaca tetap tidak lulus jika memuat pernyataan yang salah atau gagal menyerahkan kasus ke staf.

1. Accuracy1. Ketepatan

Is every statement true, and is every promised action one the reply can actually take? Apakah setiap pernyataan benar, dan apakah setiap tindakan yang dijanjikan memang bisa dilakukan?

PassLulus
All facts, steps, and figures are correct. Only actions that have really happened are described as done.Semua fakta, langkah, dan angka benar. Hanya tindakan yang benar-benar sudah terjadi yang disebut sudah dilakukan.
RevisePerlu revisi
Correct overall, but one step is vague or a detail the customer will need is missing.Secara umum benar, tetapi ada langkah yang kurang jelas atau detail yang dibutuhkan pelanggan tidak disebutkan.
FailTidak lulus
Any wrong fact, invented policy, or claim that an action was taken when it was not.Ada fakta yang salah, kebijakan yang dikarang, atau klaim bahwa suatu tindakan sudah dilakukan padahal belum.

2. Tone2. Nada

Does the reply sound like a competent person answering this customer, in this mood? Apakah balasan terdengar seperti orang yang cakap sedang menanggapi pelanggan ini, dengan suasana hatinya saat itu?

PassLulus
Acknowledges the customer’s situation in specific terms. Plain, direct sentences. Apologises only where something actually went wrong.Menanggapi situasi pelanggan secara spesifik. Kalimatnya lugas dan langsung. Permintaan maaf hanya disampaikan jika memang ada yang salah.
RevisePerlu revisi
Polite but generic: stock phrases, apology by reflex, or a cheerful sign-off to an upset customer.Sopan tetapi umum: frasa klise, permintaan maaf otomatis, atau salam penutup yang ceria kepada pelanggan yang sedang kesal.
FailTidak lulus
Dismissive, blaming, or sarcastic, or so formulaic that the customer can tell nobody read their message.Meremehkan, menyalahkan, atau sinis, atau begitu kaku sehingga pelanggan tahu pesannya tidak dibaca.

3. Completeness3. Kelengkapan

After reading, does the customer know exactly what happens next? Setelah membaca, apakah pelanggan tahu persis apa yang terjadi selanjutnya?

PassLulus
Answers every question asked. Gives the next step, who takes it, and when.Menjawab semua pertanyaan. Menyebutkan langkah berikutnya, siapa yang melakukannya, dan kapan.
RevisePerlu revisi
Answers the main question but skips a secondary one, or leaves the next step implied.Menjawab pertanyaan utama tetapi melewatkan pertanyaan lain, atau langkah berikutnya hanya tersirat.
FailTidak lulus
Leaves the main question unanswered, or sends the customer back to a step they already said they tried.Pertanyaan utama tidak terjawab, atau pelanggan diminta mengulang langkah yang sudah mereka coba.

4. Escalation4. Eskalasi

Should a person take this over, and does the reply hand it over properly? Apakah kasus ini perlu ditangani staf, dan apakah balasan menyerahkannya dengan benar?

Triggers: billing disputes, refund or chargeback threats, legal or security concerns, data loss, a third contact about the same issue, or any request the assistant cannot fulfil itself. Pemicu: sengketa tagihan, ancaman pengembalian dana atau chargeback, masalah hukum atau keamanan, kehilangan data, kontak ketiga untuk masalah yang sama, atau permintaan yang tidak dapat dipenuhi sendiri oleh asisten.

PassLulus
No trigger present, or the trigger is recognised and the reply says plainly that a person will follow up.Tidak ada pemicu, atau pemicu dikenali dan balasan menyatakan dengan jelas bahwa staf akan menindaklanjuti.
RevisePerlu revisi
Trigger recognised, but the handover is vague about who or when.Pemicu dikenali, tetapi penyerahannya tidak jelas soal siapa atau kapan.
FailTidak lulus
Trigger missed, and the assistant tries to resolve something it has no authority to resolve.Pemicu terlewat, dan asisten mencoba menyelesaikan hal yang bukan wewenangnya.

Worked example A: password resetContoh A: atur ulang kata sandi

CustomerPelanggan
I’ve been trying to reset my password for an hour and the email never arrives. This is ridiculous.
AI draftDraf AI
We apologize for any inconvenience caused. Please check your spam folder. If the issue persists, kindly reach out to us again. Have a great day!
  • AccuracyKetepatan PassLulus
  • ToneNada RevisePerlu revisi
  • CompletenessKelengkapan FailTidak lulus
  • EscalationEskalasi PassLulus
  • OverallHasil akhir FailTidak lulus

Checking spam is a reasonable first step, but after an hour of trying, the customer has very likely done it already. The reply loops them back to the start and offers no next step. “Have a great day” to someone who has just written “ridiculous” tells them nobody read the message. Memeriksa folder spam memang langkah awal yang wajar, tetapi setelah satu jam mencoba, kemungkinan besar pelanggan sudah melakukannya. Balasan ini mengembalikan pelanggan ke titik awal tanpa langkah berikutnya. Menulis “Have a great day” kepada orang yang baru saja menyebut situasinya “ridiculous” menunjukkan bahwa pesannya tidak dibaca.

Revised replyBalasan revisi
An hour of waiting for a reset email is frustrating, so let’s sort it out now. Could you confirm the email address on your account? Once I’ve checked it matches, I’ll send a fresh reset link and stay in this chat until you’re signed in. If it still hasn’t arrived in five minutes, I’ll pass this to a colleague who can restore access directly.

Worked example B: duplicate chargeContoh B: tagihan ganda

CustomerPelanggan
You charged me twice this month. I want my money back today or I’m disputing it with my bank.
AI draftDraf AI
I’ve gone ahead and refunded the duplicate charge for you. You’ll see it back in your account within 3–5 business days. Is there anything else I can help with?
  • AccuracyKetepatan FailTidak lulus
  • ToneNada PassLulus
  • CompletenessKelengkapan RevisePerlu revisi
  • EscalationEskalasi FailTidak lulus
  • OverallHasil akhir FailTidak lulus

It reads well, which is exactly the danger. The assistant cannot issue refunds, so “I’ve refunded” describes an action that never happened. A billing dispute with a chargeback threat is an escalation trigger. The customer will wait five days for money that was never sent, then dispute the charge anyway. Balasan ini enak dibaca, dan justru di situlah bahayanya. Asisten tidak dapat mengembalikan dana, sehingga “I’ve refunded” menggambarkan tindakan yang tidak pernah terjadi. Sengketa tagihan yang disertai ancaman chargeback adalah pemicu eskalasi. Pelanggan akan menunggu lima hari untuk uang yang tidak pernah dikirim, lalu tetap mengajukan sengketa ke bank.

Revised replyBalasan revisi
Being charged twice is a real problem, and I understand why you want it fixed today. I can’t issue refunds from this chat, so I’ve passed your case to our billing team with both charges flagged. They handle duplicate charges within one business day and will email you at the address on your account once the refund is issued.
03
Aa / BbMATERIAL ADAPTATIONADAPTASI MATERI

Same lesson.
A clearer way in.
Pelajaran yang sama.
Lebih mudah dipahami.

Education · Material adaptationPendidikan · Penyesuaian materi

Rewriting English teaching material for Indonesian learners Menulis ulang materi bahasa Inggris untuk pembelajar Indonesia

Problem. Material written for native English speakers assumed cultural context and vocabulary that Indonesian secondary-school learners did not have. Masalah. Materi yang ditulis untuk penutur asli mengandaikan konteks budaya dan kosakata yang belum dimiliki pelajar sekolah menengah di Indonesia.

What I did. Rewrote passages to the learners’ comprehension level, replaced culturally distant references, and added short glosses for unfamiliar terms. Yang saya lakukan. Menulis ulang bacaan sesuai tingkat pemahaman pelajar, mengganti rujukan budaya yang jauh, dan menambahkan catatan arti singkat untuk istilah asing.

Outcome. A before/after pair showing the same lesson at two reading levels. Hasil. Perbandingan sebelum dan sesudah yang memperlihatkan pelajaran yang sama pada dua tingkat keterbacaan.

Read the sampleLihat contoh lengkap

A reading passage I wrote in the style of a US middle-school text, then the same lesson rewritten for Indonesian Grade 10 learners (kelas X SMA) at roughly B1 level. Bacaan yang saya tulis dengan gaya teks sekolah menengah di Amerika Serikat, lalu pelajaran yang sama ditulis ulang untuk siswa kelas X SMA di Indonesia, kira-kira pada tingkat B1.

Before · 85 words, 6 sentencesSebelum · 85 kata, 6 kalimat
Every fall, the PTA at Lincoln Middle School throws a bake sale to raise money for the eighth-grade trip to D.C. This year, Jordan’s mom roped him into working the table. He figured it would be a drag. By noon, though, the brownies were selling like hotcakes, and he’d talked Mr. Alvarez into buying an entire pumpkin pie. When the dust settled, they’d cleared six hundred bucks, more than enough to cover the bus. Jordan had to admit it: he’d kind of had a blast.
After · 88 words, 10 sentencesSesudah · 88 kata, 10 kalimat
Every year, the students at SMA Harapan hold a school bazaar. They sell food and drinks to raise money for their class trip. This year, Dimas helped at his class’s stand. At first, he thought it would be boring. But by twelve o’clock, all the fried bananas were gone. He even sold a big box of cookies to his teacher, Pak Budi. At the end of the day, the class had Rp1,500,000. That was enough to pay for the bus. Dimas was surprised. He really enjoyed the day.

GlossesCatatan arti

raise money
mengumpulkan dana
class trip
karya wisata kelas
stand
stan, lapak
enjoy
menikmati, merasa senang

What changed, and whyApa yang diubah, dan alasannya

  1. Setting. The PTA, the bake sale, the trip to D.C. and pumpkin pie are all unfamiliar. Each one costs the learner attention that should go to the language. The adapted version uses a school bazaar, a class stand and fried bananas, which every Indonesian student has seen. Latar. PTA, bake sale, perjalanan ke D.C., dan pumpkin pie semuanya asing bagi siswa. Masing-masing menyita perhatian yang seharusnya tercurah pada bahasanya. Versi adaptasi memakai bazar sekolah, stan kelas, dan pisang goreng, hal-hal yang sudah dikenal setiap siswa di Indonesia.
  2. Idioms. Five idioms (roped into, a drag, selling like hotcakes, when the dust settled, had a blast) become literal phrasing. They are not thrown away: they become the vocabulary task for the next lesson, taught on purpose rather than met by surprise. Idiom. Lima idiom (roped into, a drag, selling like hotcakes, when the dust settled, had a blast) diganti dengan ungkapan harfiah. Idiom ini tidak dibuang, tetapi menjadi materi kosakata untuk pertemuan berikutnya, diajarkan dengan sengaja alih-alih muncul tiba-tiba.
  3. Sentences. Average sentence length drops from about 14 words to about 9, with one idea per sentence and the simple past throughout. The original mixes in past perfect contractions (he’d talked, they’d cleared), which B1 readers often misread as he would. Kalimat. Rata-rata panjang kalimat turun dari sekitar 14 kata menjadi sekitar 9 kata, dengan satu gagasan per kalimat dan simple past di seluruh teks. Teks asli memakai kontraksi past perfect (he’d talked, they’d cleared) yang sering disalahpahami pembaca tingkat B1 sebagai he would.
  4. Numbers. “Six hundred bucks” is slang in a currency the learners don’t use. Rp1,500,000 is a believable total for a class bazaar and keeps the focus on reading. Angka. “Six hundred bucks” adalah bahasa gaul dalam mata uang yang tidak dipakai siswa. Rp1.500.000 adalah jumlah yang masuk akal untuk bazar kelas dan menjaga fokus pada kegiatan membaca.

03 / THE EXPERIENCE03 / PENGALAMAN

ExperiencePengalaman

Hostinger International

Remote (Kaunas, Lithuania) · Full-time Jarak jauh (Kaunas, Lituania) · Penuh waktu

Senior Customer Success Specialist

Nov 2024 – PresentNov 2024 – sekarang

Handle escalated cases across chat and ticketing. Review and correct AI-generated responses for accuracy, tone, and clarity. Support the AI assistant channel. Maintain written-English quality standards across high-volume interactions. Menangani kasus eskalasi melalui chat dan tiket. Meninjau dan mengoreksi respons yang dihasilkan AI untuk ketepatan, nada, dan kejelasan. Mendukung kanal asisten AI. Menjaga standar kualitas bahasa Inggris tertulis dalam interaksi bervolume tinggi.

Mid-Level Customer Success Specialist

Mar 2024 – Nov 2024

Resolved technical cases across hosting, domains, and account management. Used CRM workflows to track and document issues. Menyelesaikan kasus teknis seputar hosting, domain, dan pengelolaan akun. Menggunakan alur kerja CRM untuk melacak dan mendokumentasikan masalah.

Junior Customer Success Specialist

Jan 2023 – Mar 2024

Delivered frontline support via live chat and email. Memberikan dukungan lini depan melalui live chat dan email.

SMAN 3 Cimahi

Internship Magang

English TeacherGuru Bahasa Inggris

Jan 2019 – May 2019Jan 2019 – Mei 2019

Assisted in teaching English classes. Contributed to lesson planning and curriculum development. Produced instructional materials and assessed student work. Membantu pengajaran kelas bahasa Inggris. Berkontribusi pada perencanaan pembelajaran dan pengembangan kurikulum. Menyusun materi ajar dan menilai hasil kerja siswa.

04 / THE FOUNDATION04 / KREDENSIAL

Languages & credentialsBahasa & kredensial

EnglishBahasa Inggris
C1 Advanced. TOEFL ITP 643/677, Universitas Pendidikan Indonesia, June 2022. C1 Advanced. TOEFL ITP 643/677, Universitas Pendidikan Indonesia, Juni 2022.
IndonesianBahasa Indonesia
Native.Penutur asli.
EducationPendidikan
BEd, English/Language Arts Teacher Education, Universitas Pendidikan Indonesia, 2022. BEd, Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Pendidikan Indonesia, 2022.